SEMARANG-Sebanyak 3.846 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, berhasil memecahkan Museum Rekor Indonesia (MURI) saat pelaksanaan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di Lapangan Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Senin (21/8) kemarin.

Rekor yang berhasil dicatatkan adalah Pemrakarsa dan Penyelenggara Konfigurasi MOB dengan Tampilan Kreasi Terbanyak. Dengan total 13 kreasi di antaranya Bhinneka Tunggal Ika, Burung Guruda P, RA Kartini, NKRI, Stop Korupsi, Lambang Pancasila, No Drugs, 72 Tahun Kemerdekaan dan masih banyak lagi,

“Ada 13 simbol yang diperagakan dan berhasil mencetak rekor MURI. Namun kami menekankan kepada mahasiwa bukan pemecahan rekornya saja, yang terpenting adalah makna atau filosofi dari simbol yang harus dihayati,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Prof Dr Suparman Syukur, M Ag.

Ia menerangkan jika PBAK pada tahun ini adalah konsep baru yang dilakukan untuk menyambut mahasiswa sebagai pengganti Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK). Dengan diselenggarakannya PBAK, diharapkan bisa mengantisipasi adanya perpeloncoan. “PBAK tahun ini ditekankan pada pengenalan kebudayaan. Maksudnya adalah mahasiswa bergerak dengan baik dalam berperilaku ataupun moral seusai dengan aturan yang ada di kampus,” bebernya.

Terpisah Eksekutif MURI, Sri Widayati mengatakan jika UIN Walisongo mendapatkan penghargaan karena mampu memberikan Konfigurasi MOB dengan tampilan kreasi terbanyak yakni sebanyak 13 kreasi. “Sementara sebelumnya penghargaan dipegang oleh UNS dengan tampilan kreasi sebanyak 11 macam,” tambahnya. (den/ida)

Leave a Comment