Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) adalah fakultas baru di lingkungan UIN Walisongo yang lahir berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 54 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Islam Negeri Walisongo yang ditandatangani pada 2 September 2015 dan Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 57 Tahun 2015 tentang Statuta UIN Walisongo. Sebagai fakultas baru, langkah-langkah pengembangan sudah ditetapkan dan proses menuju ke arah sana sedang dimulai.

Kelahiran Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo merupakan amanat sekaligus berkah dari konversi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo yang diresmikan pada 6 April 2015 oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saefuddin. Konversi ini menuntut dibukanya fakultas-fakultas baru, khususnya fakultas yang berbasis ilmu-ilmu umum termasuk Fakultas Psikologi dan Kesehatan.

Kelahiran Fakultas Psikolgi dan Kesehatan UIN Walisongo memiliki arti strategis, baik dalam skala mikro (UIN Walisongo, kementerian agama, regional), maupun skala makro (perguruan tinggi, keindonesiaan). Secara makro, bangsa Indonesia memiliki momentum emas berupa bonus demografi sebagai modal dasar dan tantangan bagi bangsa Indonesia untuk meraih kesejahteraan sosial lahir dan batin.

Kesejahteraan sosial lahir dan batin sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa ini, merupakan suatu amanat yang harus tetap dijaga dan diwujudkan. Kesejahteraan lahir dan batin, ditandai dengan terwujudnya kesehatan ruhani secara psikologis maupun secara jasmani yang ditandai oleh kesehatan fisik yang salah satunya dengan pemenuhan gizi yang seimbang. Indikator yang dapat dijadikan parameter kesehatan jasmani dan ruhani ini salah satunya adalah meningkatnya usia harapan hidup secara rata-rata bagi bangsa Indonesia.

Dengan demikian Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UIN Walisongo ikut andil dan berkiprah di bidang psikologi dan kesehatan untuk mewujudkan cita-cita mencapai kesejahteraan psikologis maupun fisik.