Program Studi Gizi, Fakultas Psikologi dan Kesehatan, UIN Walisongo mengadakan “Sharing Alumni Prodi Gizi” pada Sabtu, 10 April 2021. Acara yang berlangsung secara daring ini mengangkat tema “Career Opportunity of Nutrisionist”. Alumni yang dihadirkan adalah Siti Choiriyah, S.Gz. (Auditor Halal LPPOM MUI Jawa Tengah), Tiyas Dwi Lestari, S.Gz (Pengusaha Ternak Lele), dan Rinda Yusuf Dinanisas Rahma, S.Gz. (Ahli Gizi RS Islam Pati). Bertindak sebagai Keynote Speaker pada acara ini yaitu Wakil Dekan Bidang II FPK UIN Walisongo, Dr. Widiastuti, M.Ag. dan Wakil Direktur LPPOM MUI Jawa Tengah Dr. H. Ahmad Izzudin, M.Ag.

Ketua Prodi Gizi, UIN Walisongo, Dr. Dina Sugiyanti, M.Si. menyatakan bahwa acara ini sebagai ajang silaturahmi antara dosen, alumni, dan mahasiswa Prodi Gizi. Tujuannya adalah mempererat hubungan antar alumni, sekaligus berbagi informasi tentang karir dan peluang-peluang kerja lulusan prodi Gizi UIN Walisongo.
“Ini merupakan wujud prodi dalam menjaga kualitas dan kekeluargaan alumni, agar terjadi sinergi antara pengelola prodi, mahasiswa, dan alumni.” Tegas Dina.

Acara dibuka oleh Wakil Dekan III, FPK UIN Walisongo, H. Moh Arifin, M.Hum. Arifin menyatakan UIN Walisongo senantiasa meningkatkan kualitas mahasiswa baik akademik maupun non akademik, sehingga alumninya benar-benar dimanfaatkan keilmuannya oleh masyarakat. Prodi Gizi UIN Walisongo, telah banyak mencetak lulusan terbaik. Ini dibuktikan bahwa lulusan gizi UIN Walisongo selalu dinantikan tenaga dan pikirianya oleh lembaga-lembaga terkait. Seperti rumah sakit, industri makanan, dan lembaga auditor gizi di seluruh insonesia.

Dr. Widiastuti M.Ag. menambahkan bahwa pangan halal adalah penciri Prodi Gizi UIN Walisongo. Banyak prodi gizi di indonesia, tapi belum tentu berfokus pada kehalalan. Ini sejalan dengan visi UIN Walisongo tentang kesatuan ilmu.
“Dalam konteks gizi, kita harus memandang tidak hanya baik untuk orang, tetapi juga mendapat ridho Allah Swt. Nah, nanti dalam dunia industry, jadikan ini sebagai perilaku sehari-hari. Ini dibutuhkan oleh para pelaku industri, khususnya di Indonesia yang mayoritas memeluk agama islam.” tambah Widiastuti.

Senada dengan Dr. Widiastuti, Wakil Direktur LPPOM MUI Jawa Tengah, Dr. H. Ahmad Izzudin, M.Ag. selaku pengguna alumni Prodi Gizi UIN Walisongo menyatakan bahwa keistimewaan Prodi Gizi UIN Walisongo yaitu prodi gizi yang berbasis halal. Izzudin merasa bangga Alumni Prodi Gizi UIN Walisongo mampu berkontribusi di LPPOM MUI Jateng. Ini menandakan kualitas prodi gizi mampu bersaing dan unggul dibanding prodi gizi yang lain. Izzudin berharap prodi ini membangun jaringan magang yang lebih intensif, sehingga mahasiswanya bisa tersebar di seluruh Indonesia.

“Dalam UU No. 33/2014 tentang jaminan produk halal, bahwa auditor halal tidak boleh dari status PNS, maka dari itu akan diprioritaskan untuk alumni prodi gizi. Nah, Prodi Gizi UIN berpeluang memperoleh peluan kerja yang lebih banyak. Maka dari itu, peran prodi dalam meningkatkan kualitas mahasiswa yang dihasilkan harus menjadi prioritas, sehingga para alumni selalu siap kerja dan berkontribusi nyata kepada masyarakat.” Tegas Izzudin.
Secara bergantian, para alumni Prodi Gizi, FPK, UIN Walisongo mengungkapkan pengalaman kerjanya. Siti Choiriyah, S.Gz. mengungkapkan pengalaman kerjanya sebagai Auditor Halal LPPOM MUI Jawa Tengah. Rinda Yusuf Dinanisas Rahma, S.Gz. mengungkapkan pengalamannya sebagai ahli gizi di rumah sakit. Tidak kalah dengan alumni yang lain, Tiyas Dwi Lestari, S.Gz. juga menyampaikan asyiknya kerja menjadi pebisnis ternak lele. Ketiga alumni mengungkapkan bahwa ilmu yang diperoleh selama kuliah memang benar-benar bisa diaplikasikan di dunia kerja.