Persoalan gizi juga menjadi perhatian pakar ilmu agama Islam. Dalam khazanah Islam, istilah makanan bergizi disebut dengan “al-gizzal”, artinya sari makanan yang bermanfaat untuk kesehatan. Kepedulian Allah swt. sangat besar terhadap pentingnya makanan bergizi sebagaimana tercermin dalam al-Qur’an mengenai kata tha’am (makanan) yang terulang sebanyak 48 kali, ditambah kata akala (makan) sebagai kata kerja yang tertulis sebanyak 109 kali, termasuk perintah “makanlah” sebanyak 27 kali. Tha’am menurut al-Qur an adalah segala sesuatu yang dimakan atau dicicipi sehingga “minuman” atau syariba juga termasuk dalam pengertian tha’am. Itulah sebabnya dalam Q.S al-Baqarah ayat 249, kata syariba dan yath’am sama-sama digunakan untuk objek yang berkaitan dengan air minum. Dalam al-Qur’an kata syariba terulang sebanyak 39 kali (Tim LPI, 2017).

Anjuran untuk makan menu makanan yang beraneka ragam dan berimbang terangkum dalam kata thayyib (baik). Umat Islam dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang halal dan thayyib {QS an-Nahl (16): 114, QS al-Maidah (5): 88, QS al-Baqarah (2): 68 dan QS al-Mukminun (23): 51}. Mereka dilarang memakan makanan tertentu yang dianggap haram {QS al-Baqarah (2): 68 dan QS al-Maidah (5): 3 dan QS al-An’am (6): 145}. Makanan yang halal dan haram tersebut sudah ditentukan secara jelas dalam al-Qur’an, namun thayyib tidak demikian. Sifatnya lebih personal atau bisa berbeda satu sama lain. Misalnya bagi penderita darah tinggi makanan yang berkolesterol itu tidak thayyib, namun tidak demikian bagi penderita darah rendah. Thayyib dapat diartikan sebagai bentuk anjuran agar gaya hidup seseorang tidak berlebihan (over load) atau bentuk kehati-hatian agar manusia selalu memperhatikan apa yang dimakannya sebagaimana firman Allah dalam QS al-A’raf (7):31, QS Tha Ha (20):81 dan QS ‘Abasa (80):24. Hal tersebut juga harus didukung olah raga untuk menjaga berat badan supaya ideal. Itulah sebabnya tidak kurang dari 27 ayat yang berbicara tentang perintah melakukan aktivitas tertentu yang mengiringi perintah makan. Aktifitas tertentu ini bisa diartikan selalu berolahraga. Jadi, berdasarkan pemahaman di atas, maka pedoman gizi seimbang menurut al-Qur’an dapat disimpulkan sebagai berikut: (a) selalu makan menu yang beragam, berimbang dan halal; (b) selalu berolahraga; (c) selalu menjaga kebersihan; dan (d) selalu menjaga berat badan ideal (Mukhlisin, 2015).

Selanjutnya, al-Qur’an juga mendukung umat Islam untuk suka makan buah dan sayur. Hal ini sebagaimana tersirat dari ayat-ayat yang membahas tentang beberapa buah dan sayur yang baik untuk kesehatan. Buah-buahan yang disebut al-Qur’an yaitu delima (dalam Q.S. al-An’am: 99), tin (dalam Q.S. at-Tin: 1), pisang (Q.S. al-Waqi’ah: 29), zaitun (Q.S. Abasa: 29), anggur (Q.S Abasa: 28) dan kurma (Q.S. Maryam: 25). Adapun sayur-sayuran yang disebut dalam al-Qur’an yaitu: Ketimun/ Mentimun القثاء (Al-Baqarah 61); Bawang Putih الفوم  (Al-Baqarah 61); Kacang Adas العدس  (Al-Baqarah 61); Bawang Merah البصل  (Al-Baqarah 61); Zaitun الزيتون  (At-Tin 1); dan Labu اليقطين  (Ash-Shaffat 146) (Tim Khazanah al-Qur’an, 2015).

Makan sayur dan buah itu penting karena untuk memenuhi gizi yang seimbang. Perlu diketahui bahwa tubuh manusia, baik anak-anak maupun dewasa terdiri dari sejumlah air yang harus diimbangi dengan nutrisi berupa vitamin dan mineral yang memiliki tugas dalam meregenerasi sel-sel tubuh agar tubuh selalu sehat dan fit. Nutrisi itulah yang terkandung dalam buah dan sayuran (Edi, 2015).

Gemar makan buah dan sayur sejak dini dalam jumlah banyak turut mengurangi obesitas, menjaga sistem pencernakan, me­maksimal­kan tumbuh kembang dan membantu menjaga kekebalan tubuh. Buah-buahan dan sayuran itu rendah lemak, minim garam, sedikit gula, sehingga dengan banyak mengonsumsinya tidak akan membuat obesitas. Buah dan sayuran juga merupakan sumber yang bagus untuk memperoleh serat pangan sehingga menjaga sistem pencernakan menjadi lancar. Lalu di dalamnya mengandung berbagai jenis vitamin dan mineral _(mulai dari vitamin A (betakaroten), B1, B2, B6, B9 (kalsium), C, E, K hingga asam folat, lalu mineral boron fosfor, kalium, kalsium, kromium, magnesium, natrium, selenium, sulfur, zat besi, yodium hingga zinc)_ yang berfungsi meregenerasi sel-sel tubuh yang rusak agar selalu sehat sehingga perkembangan tubuh bisa maksimal. Selanjutnya, antioksidan yang terkandung dalam fitokemikal sayur dan buah merupakan komponen biologi aktif yang berfungsi mencegah berkembangnya radikal bebas dalam tubuh karena membantu tubuh meningkatkan kekebalan dari berbagai jenis penyakit. Berbagai hasil penelitian menunjukkan, jika kita mengonsumsi buah-buahan dan sayur-mayur secara rutin, hal itu akan menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2, stroke, penyakit jantung dan kanker. Tekanan darah tinggi juga bisa diatasi dengan mengkonsumsi buah pisang, kentang, buah bit, wortel serta buah dan sayur yang mengandung potasium tinggi. Lalu kadar kolesterol tinggi yang berdampak pada penyakit jantung, bisa diturunkan dengan rajin mengonsumsi pear, bayam dan labu. Kandungan vitamin dan mineral dalam buah dan sayur juga mampu menjaga kesehatan tulang serta gigi. Hal itu bisa dilakukan dengan mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung kandungan kalsium yang tinggi seperti bayam dan sayur jenis lobak (Nutrisi Umum, 13 Jul 2013).

Leave a Comment