FPK News, Surabaya Program Studi S1 Gizi Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UIN Walisongo Semarang melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) tahun 2026 dengan melakukan kunjungan industri ke PT Karya Mas Makmur yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur, pada Senin, 26 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembelajaran kontekstual yang bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai penerapan ilmu gizi di dunia industri pangan.

Kunjungan tersebut diikuti oleh mahasiswa Prodi S1 Gizi sebagai peserta KKL yang didampingi oleh enam dosen pembimbing serta empat panitia yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan FPK UIN Walisongo Semarang. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis praktik lapangan.

Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh penjelasan secara langsung mengenai sistem manajemen penyimpanan bahan baku yang diterapkan oleh PT Karya Mas Makmur. Perusahaan menerapkan sistem First In First Out (FIFO) dalam pengelolaan bahan baku, yakni metode penyimpanan dan penggunaan bahan yang mengutamakan bahan masuk terlebih dahulu untuk digunakan lebih awal. Sistem ini bertujuan untuk menjaga kualitas bahan baku serta mencegah penurunan mutu akibat penyimpanan yang terlalu lama.

Peserta juga diajak untuk mengenal lebih jauh tata kelola gudang bahan baku. Gudang bahan baku utama di PT Karya Mas Makmur hanya digunakan untuk penyimpanan teh sebagai bahan baku utama, sementara gudang bahan penolong difungsikan untuk menyimpan bahan pendukung dalam proses produksi. Selain itu, tersedia berbagai grade teh yang disimpan secara terpisah dan disesuaikan dengan jenis serta kebutuhan produksi. Penataan ini menjadi salah satu bentuk penerapan manajemen mutu yang baik dalam industri pengolahan pangan.

Dalam pemaparannya, pihak perusahaan menjelaskan bahwa bahan baku teh yang digunakan oleh PT Karya Mas Makmur berasal dari PTPN Perkebunan Nusantara yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia, di antaranya Semarang, Bandung, Lawang, dan Medan. Pemilihan bahan baku dari berbagai wilayah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan teh berkualitas serta menjaga konsistensi cita rasa produk yang dihasilkan.

Tidak hanya mendapatkan pemaparan teori, peserta KKL juga diperlihatkan secara langsung proses produksi teh yang dilakukan oleh para pekerja di area produksi. Mahasiswa dapat mengamati tahapan pengolahan teh, mulai dari penanganan bahan baku, proses produksi, hingga penerapan kebersihan dan keamanan pangan di lingkungan kerja. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata mengenai penerapan standar mutu dan keamanan pangan di industri pengolahan teh.

Rangkaian kegiatan kunjungan industri ini diakhiri dengan sesi tanya jawab antara peserta dan pihak perusahaan. Dalam sesi tersebut, mahasiswa memanfaatkan kesempatan untuk menggali informasi lebih mendalam terkait proses produksi, manajemen bahan baku, serta peluang karier lulusan gizi di industri pangan. Diskusi berlangsung interaktif dan memberikan nilai tambah bagi peserta.

Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dari pihak Prodi S1 Gizi FPK UIN Walisongo Semarang kepada PT Karya Mas Makmur sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan. Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama. Melalui kegiatan KKL ini, diharapkan mahasiswa Prodi S1 Gizi mampu meningkatkan pemahaman praktis mengenai industri pangan, khususnya pengolahan teh, serta mengintegrasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di lapangan.

Kontributor: Tim Pendamping KKL Gizi 2026
Editor & Publisher: Tim Humas FPK