FPK_News,Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) ke-21 Posko 1 UIN Walisongo Semarang turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Desa Sempu, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, sepanjang Februari 2026. Keterlibatan ini menjadi bentuk nyata dukungan mahasiswa terhadap penguatan layanan kesehatan primer di tingkat desa.

Selama satu bulan pelaksanaan, mahasiswa terlibat dalam lima kegiatan posyandu yang tersebar di beberapa titik, yakni Posyandu Merak (4 Februari), Posyandu Cendrawasih (6 Februari), Posyandu Garuda (7 Februari), Posyandu Rajawali (9 Februari), dan Posyandu Merpati (14 Februari). Kehadiran mahasiswa disambut positif oleh kader posyandu dan masyarakat karena turut membantu kelancaran pelayanan kesehatan bagi balita, ibu, lansia, serta kelompok usia produktif.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN MIT-21 Posko 1 terlibat langsung dalam proses pelayanan, di antaranya melakukan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA), lingkar kepala, berat badan, tinggi badan, serta tekanan darah. Pengukuran ini merupakan bagian penting dari pemantauan status gizi dan kondisi kesehatan masyarakat secara berkala. Data yang diperoleh kemudian dicatat dan dilaporkan bersama kader posyandu sebagai bahan evaluasi tumbuh kembang balita maupun kondisi kesehatan warga.

Tidak hanya membantu proses teknis pelayanan, mahasiswa juga memberikan edukasi gizi kepada ibu dan balita mengenai pentingnya asupan zat gizi seimbang untuk mendukung pertumbuhan optimal anak. Edukasi disampaikan secara komunikatif dan sederhana agar mudah dipahami, termasuk contoh penerapan pola makan sehat dengan bahan pangan lokal yang terjangkau. Selain itu, mahasiswa juga memberikan edukasi kesehatan kepada lansia dan usia produktif terkait pentingnya pemeriksaan rutin serta pengelolaan kondisi kesehatan, seperti tekanan darah dan pola hidup aktif.

Koordinator Desa KKN MIT-21 Posko 1, M. Fajar Fikri Haikal, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam Posyandu ILP merupakan bagian dari komitmen pengabdian kepada masyarakat. “Kegiatan Posyandu ILP ini menjadi wadah bagi kami untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung pemantauan tumbuh kembang balita serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, anggota Divisi Kesehatan dan Lingkungan, Bayu Aji Saputra, menegaskan bahwa edukasi kesehatan merupakan aspek penting dalam kegiatan KKN. “Kami tidak hanya membantu proses pengukuran kesehatan, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pola makan sehat, pemeriksaan rutin, dan pemantauan tumbuh kembang anak di posyandu,” ungkapnya.

Melalui partisipasi aktif dalam Posyandu ILP ini, mahasiswa KKN MIT-21 Posko 1 berharap dapat memperkuat sinergi antara mahasiswa, kader posyandu, dan masyarakat Desa Sempu. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya layanan kesehatan primer yang lebih optimal, berkelanjutan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya memberikan tambahan tenaga dalam pelayanan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian sosial, mahasiswa KKN MIT-21 UIN Walisongo Semarang berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat, sejalan dengan peran perguruan tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Kontributor: Mahasiswa KKN MIT ke-21 Posko 1 UIN Walisongo 2026
Editor & Publisher: Tim Humas FPK