FPK_News, Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) ke-21 Posko 1 UIN Walisongo Semarang melaksanakan kegiatan edukasi gizi melalui pembagian buku resep makanan Tinggi Kalori Tinggi Protein (TKTP) pada Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif dan kuratif dalam mengatasi serta mencegah stunting di Desa Sempu, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang.
Program ini menyasar delapan anak yang direkomendasikan oleh kader posyandu setempat, khususnya anak-anak yang dinilai membutuhkan pendampingan gizi. Penentuan sasaran dilakukan berdasarkan hasil pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak di wilayah tersebut. Melalui pendekatan yang terarah, mahasiswa berupaya memberikan intervensi sederhana namun berdampak langsung bagi keluarga penerima manfaat.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mendatangi rumah warga secara langsung (door to door). Selain membagikan buku resep TKTP, mahasiswa juga menyalurkan bahan makanan bergizi berupa telur, biskuit, pisang, dan susu. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan energi dan protein harian anak, sekaligus menjadi contoh konkret penerapan pola makan sehat dan seimbang di lingkungan keluarga.
Buku resep TKTP yang dibagikan berisi panduan menu sederhana dengan bahan yang mudah diperoleh dan terjangkau oleh masyarakat. Resep-resep tersebut dirancang untuk meningkatkan asupan kalori dan protein anak, dua komponen penting dalam mendukung pertumbuhan optimal serta mencegah risiko stunting. Dengan adanya panduan tertulis, orang tua diharapkan dapat lebih mudah mempraktikkan menu bergizi secara mandiri di rumah.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi konseling gizi singkat bersama orang tua. Dalam sesi tersebut, mahasiswa menggali informasi mengenai kebiasaan makan anak, pola asuh, serta kendala yang dihadapi keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi. Berdasarkan hasil diskusi, mahasiswa memberikan edukasi dan saran praktis yang disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan ketersediaan bahan pangan di masing-masing rumah tangga.
Koordinator Desa KKN MIT ke-21 Posko 1, M. Fajar Fikri Haikal, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan gizi yang masih menjadi tantangan di masyarakat. “Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi, khususnya dalam upaya mengatasi dan mencegah stunting. Dengan mendatangi rumah warga, kami dapat melihat kondisi secara nyata sehingga pendampingan yang diberikan lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Kesehatan dan Lingkungan, Ernamala, menegaskan bahwa konseling menjadi bagian penting dari program ini. Menurutnya, tidak semua keluarga memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya asupan gizi seimbang bagi anak. “Kami tidak hanya membagikan bantuan, tetapi juga berdiskusi secara langsung untuk mengetahui kendala yang dihadapi orang tua, kemudian memberikan saran yang realistis dan mudah diterapkan,” tuturnya.
Masyarakat Desa Sempu menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kehadiran mahasiswa yang memberikan bantuan sekaligus pendampingan secara personal. Kehadiran mahasiswa KKN diharapkan dapat memberikan dampak positif berkelanjutan, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MIT ke-21 Posko 1 UIN Walisongo Semarang berharap dapat berkontribusi dalam mendukung peningkatan status gizi anak di Desa Sempu. Upaya kecil yang dilakukan secara konsisten diyakini mampu menjadi langkah awal dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Kontributor: Mahasiswa KKN MIT ke-21 Posko 1 UIN Walisongo 2026
Editor & Publisher: Tim Humas FPK
