FPK News, Semarang, 30 April 2026 — Program Studi Gizi menyelenggarakan kegiatan Kepaniteraan Umum (PANUM) Gizi Tahun 2026 sebagai bagian dari tahapan akademik wajib bagi mahasiswa semester 6. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum melaksanakan Praktik Kerja Gizi (PKG) pada semester 7.

PANUM Gizi dirancang sebagai pembekalan komprehensif yang mencakup penguatan pengetahuan, keterampilan, serta sikap profesional mahasiswa. Adapun Praktik Kerja Gizi nantinya meliputi tiga bidang utama, yakni gizi klinik, gizi institusi, dan gizi masyarakat. Praktik gizi klinik dan institusi dilaksanakan di rumah sakit, sedangkan praktik gizi masyarakat dilaksanakan di puskesmas, dengan durasi masing-masing selama satu bulan.

Kegiatan PANUM Gizi 2026 menghadirkan narasumber dari berbagai sektor pelayanan kesehatan, seperti ahli gizi rumah sakit, tenaga gizi puskesmas, hingga perwakilan dinas kesehatan. Keterlibatan lintas sektor ini diharapkan mampu memberikan gambaran nyata terkait praktik pelayanan gizi di lapangan sekaligus meningkatkan kemampuan adaptasi mahasiswa terhadap dunia kerja profesional.

Rangkaian kegiatan diawali pada 30 April 2026 melalui sesi pembekalan daring via Zoom Meeting. Pada sesi ini, mahasiswa mendapatkan penjelasan terkait teknis pelaksanaan kegiatan, mulai dari tata tertib kehadiran, mekanisme tugas studi kasus, hingga sistem evaluasi yang akan diterapkan selama PANUM berlangsung.

Selanjutnya, materi pembekalan dibagi ke dalam tiga sesi utama sesuai bidang PKG. Sesi gizi klinik dilaksanakan pada 4–12 Mei 2026, diawali dengan pretest untuk mengukur kemampuan awal mahasiswa. Materi yang disampaikan meliputi dietetika pada penyakit degeneratif, seperti diabetes melitus dan gangguan ginjal, serta penerapan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT). Pembelajaran dilengkapi dengan studi kasus untuk melatih kemampuan analisis dan penyusunan intervensi gizi di setting klinis, sebelum ditutup dengan posttest sebagai evaluasi.

Sesi gizi institusi berlangsung pada 13–21 Mei 2026 dengan fokus pada manajemen sistem penyelenggaraan makanan (MSPM) di rumah sakit dan penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dalam menjamin keamanan pangan. Kegiatan ini juga dilengkapi pembahasan studi kasus guna memperkuat pemahaman mahasiswa dalam perencanaan hingga evaluasi penyelenggaraan makanan di institusi pelayanan kesehatan.

Adapun sesi gizi masyarakat dilaksanakan pada 2–8 Juni 2026. Materi yang diberikan menitikberatkan pada peran tenaga gizi dalam upaya promotif dan preventif di masyarakat. Mahasiswa dibekali kemampuan untuk mengidentifikasi masalah gizi, menentukan prioritas, serta merancang program intervensi yang efektif dan berkelanjutan.

Pada sesi ini, turut dihadirkan narasumber dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memberikan wawasan terkait implementasi program pemenuhan gizi di masyarakat. Kehadiran praktisi ini semakin memperkaya perspektif mahasiswa dalam memahami tantangan nyata di lapangan.

Seluruh rangkaian kegiatan PANUM Gizi 2026 dilaksanakan secara terstruktur melalui kombinasi metode daring dan luring dengan memanfaatkan fasilitas kampus. Setiap sesi dirancang tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman konseptual, tetapi juga untuk melatih kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta pengambilan keputusan berbasis kasus.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Gizi menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten secara akademik, terampil secara praktis, serta siap secara profesional dalam memberikan pelayanan gizi di berbagai tatanan. PANUM Gizi 2026 diharapkan menjadi fondasi kuat bagi mahasiswa dalam menjalani Praktik Kerja Gizi dan memasuki dunia kerja sebagai tenaga gizi yang profesional, beretika, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.