FPK_News – Semarang, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Gizi Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan kegiatan Nutri Discuss #1 pada Jumat, 24 April 2026 di Laboratorium Dakwah. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 46 mahasiswa dari berbagai program studi yang berpartisipasi dalam forum diskusi interaktif di bidang gizi.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk bertukar wawasan serta memperluas pemahaman terkait isu-isu gizi yang relevan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, forum ini juga bertujuan untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan penyampaian argumentasi secara sistematis. Peserta yang hadir berasal dari berbagai program studi, di antaranya Gizi, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Hukum, Pendidikan Agama Islam (PAI), serta Pendidikan Bahasa Inggris. Keberagaman latar belakang ini diharapkan mampu memperkaya sudut pandang dalam diskusi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari Ketua Pelaksana, Fela Ayu Nur Filosofia, dan Ketua HMJ Gizi, Sheva Asfar Rais. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa forum diskusi seperti ini penting untuk mendukung pengembangan akademik mahasiswa, khususnya dalam meningkatkan kemampuan analisis dan komunikasi ilmiah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama sebelum memasuki sesi inti.

Sesi inti diisi dengan pemaparan materi oleh Farah Maula Ghifari dengan moderator Astiana Nova Mellinda. Materi yang diangkat bertema “Self-Reward dengan Makanan: Bentuk Self-Love atau Pola Makan Emosional”. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu, seperti makanan manis, pedas, dan berlemak, memiliki kaitan dengan kondisi emosional serta dipengaruhi oleh hormon yang memengaruhi suasana hati.

Pemateri juga menjelaskan bahwa emotional eating tidak hanya dipengaruhi oleh keinginan individu, tetapi juga oleh kondisi psikologis. Oleh karena itu, penting bagi individu untuk memahami perbedaan antara kebutuhan biologis dan dorongan emosional dalam mengonsumsi makanan. Selain itu, peserta juga diajak untuk memahami bahwa self-reward tidak harus selalu dilakukan melalui makanan, tetapi dapat melalui aktivitas lain seperti olahraga atau kegiatan yang menyenangkan.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif. Peserta menunjukkan antusiasme dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait pola makan emosional dan penerapan self-reward dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi berjalan dengan interaktif dan komunikatif.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri, pembuatan konten bersama, serta sesi debat kelompok. Dalam debat tersebut, kelompok pro dan kontra menyampaikan pandangan terkait self-reward dengan makanan. Kelompok pro menilai hal tersebut wajar sebagai bagian dari kebutuhan biologis, sementara kelompok kontra menekankan pentingnya keseimbangan dengan aktivitas lain agar tidak berdampak negatif terhadap kesehatan.

Di akhir kegiatan, peserta mengisi evaluasi melalui Google Form, dilanjutkan dengan penyampaian kesan dan pesan serta pemberian reward kepada peserta aktif. Kegiatan ditutup dengan suasana tertib dan kondusif.

Melalui kegiatan Nutri Discuss #1, diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan pemahaman terkait isu gizi serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi ilmiah. Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat terus diselenggarakan sebagai wadah diskusi akademik yang berkelanjutan.

Kontributor: HMJ Gizi FPK UIN Walisongo Semarang
Editor & Publisher: Tim Humas FPK UIN Walisongo Semarang