FPK_News, Semarang — Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Gizi Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan kegiatan Workshop Antropometri pada Sabtu, 9 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 59 mahasiswa Program Studi Gizi semester 2 dan semester 4 yang berasal dari angkatan 2024 dan 2025. Workshop ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta keterampilan mahasiswa dalam menggunakan alat antropometri secara tepat, presisi, dan sesuai standar operasional.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari Ketua Pelaksana Ardi Rasya Al Amin dan Ketua HMJ Gizi, Sheva Asfar Rais. Dalam sambutannya, dosen pembimbing kegiatan, Utami Harjantini, M.Gz., menyampaikan bahwa pelaksanaan workshop antropometri sangat penting dalam mendukung pengembangan kompetensi praktik mahasiswa gizi, khususnya dalam kemampuan melakukan pengukuran secara akurat.

“Pengukuran antropometri tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Dibutuhkan ketelitian, pemahaman teknik, dan keterampilan penggunaan alat agar data yang diperoleh valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh narasumber Imelda Puspitasari, S.Gz., yang dimoderatori oleh Ananda Ayudya. Materi yang diangkat bertajuk “Clinical Excellence: Mastering the Mechanics of Human Measurement”. Dalam pemaparannya, Imelda menjelaskan bahwa antropometri merupakan salah satu dasar penting dalam dunia gizi dan kesehatan karena berkaitan langsung dengan penilaian status gizi seseorang.

Ia menegaskan bahwa kesalahan kecil dalam proses pengukuran dapat memengaruhi hasil penilaian dan interpretasi data. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami berbagai aspek penting dalam pengukuran, mulai dari teknik penggunaan alat, posisi tubuh, hingga ketepatan membaca hasil pengukuran.

Selama sesi materi berlangsung, peserta terlihat antusias mengikuti setiap penjelasan yang diberikan. Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab berjalan aktif dengan berbagai pertanyaan seputar teknik pengukuran antropometri dan penerapannya di lapangan.

Sebagai bagian utama dari workshop, peserta juga mengikuti sesi praktik penggunaan alat antropometri secara langsung dan terstruktur. Dalam sesi ini, peserta dibimbing oleh penanggung jawab alat yang telah mendapatkan pelatihan sebelumnya. Berbagai alat antropometri dan penunjang kesehatan diperkenalkan serta dipraktikkan secara langsung, di antaranya Bioelectrical Impedance Analysis (BIA), pita LiLA, stadiometer, timbangan digital, baby scale, tensimeter, dan metline.

Melalui praktik tersebut, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam melakukan pengukuran antar peserta dengan pendampingan panitia. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menggunakan instrumen antropometri secara profesional saat kegiatan akademik maupun praktik lapangan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber, pembuatan konten bersama, serta pengisian evaluasi melalui Google Form untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan.

Dengan terselenggaranya Workshop Antropometri ini, HMJ Gizi FPK UIN Walisongo Semarang berharap mahasiswa dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan terkait pengukuran antropometri secara akurat menggunakan berbagai instrumen kesehatan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah penguatan kompetensi mahasiswa sebagai calon tenaga gizi yang profesional dan kompeten di bidangnya.