FPK_NEWS, Semarang – Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan kegiatan Upgrading Metodologi Penelitian pada Kamis (11/6/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid melalui Zoom Meeting dan ruang B 2.5 FPK UIN Walisongo ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa sebagai upaya meningkatkan kapabilitas, potensi, serta kualitas penelitian di lingkungan fakultas.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FPK dalam memperkuat budaya akademik dan riset yang berkualitas. Selain mendukung penyusunan tugas akhir mahasiswa, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas luaran penelitian dosen dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen UIN Walisongo Semarang sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam mendorong penguatan riset, inovasi, dan publikasi ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Dr. rer. pol. Bhina Patria, S.Psi., M.A. dan Mulawarman, S.Pd., M.Pd., Ph.D. Kedua akademisi tersebut memberikan penguatan mengenai metodologi penelitian kuantitatif dan kualitatif yang menjadi fondasi utama dalam menghasilkan penelitian yang valid, kredibel, dan memiliki kontribusi ilmiah yang kuat.


Dalam pemaparannya, Dr. Bhina Patria menjelaskan bahwa penelitian kuantitatif yang baik harus dilaksanakan sesuai dengan kaidah metodologi yang tepat sejak tahap perencanaan hingga analisis data. Menurutnya, banyak penelitian yang memiliki topik menarik, namun kurang optimal karena tidak memperhatikan aspek metodologis secara cermat.
Ia menekankan pentingnya memperhatikan teknik sampling yang digunakan, penentuan jumlah sampel yang sesuai, serta penggunaan data demografis yang lebih luas. Tidak hanya terbatas pada usia dan jenis kelamin, data demografis yang beragam dapat menghasilkan analisis yang lebih kaya, mendalam, dan aplikatif dalam menjawab permasalahan penelitian.
Selain itu, penggunaan uji asumsi serta pemilihan teknik analisis data yang sesuai juga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas penelitian. Ketepatan metode analisis akan menentukan validitas hasil penelitian dan memperkuat argumentasi ilmiah yang dibangun oleh peneliti.
Pada sesi yang sama, peserta juga mendapatkan penguatan mengenai pentingnya ketelitian dalam mengutip sumber dan teori. Pengutipan yang tepat dari sumber asli menjadi salah satu indikator kualitas karya ilmiah sekaligus menjaga kredibilitas penelitian yang dihasilkan.
Tidak hanya berfokus pada penggunaan data primer, narasumber juga menjelaskan bahwa penelitian dapat memanfaatkan data sekunder yang tersedia secara terbuka (open access). Pemanfaatan data sekunder yang relevan dinilai mampu mempercepat proses penelitian, meningkatkan efisiensi, serta membuka peluang yang lebih besar untuk menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas.
Sementara itu, Mulawarman, Ph.D. memaparkan karakteristik penelitian kualitatif yang memiliki pendekatan berbeda dengan penelitian kuantitatif. Ia menjelaskan bahwa penelitian kualitatif berfokus pada pemahaman makna, pengalaman, dan interpretasi individu terhadap suatu fenomena dalam konteks tertentu.
Menurutnya, penelitian kualitatif berangkat dari sudut pandang bahwa setiap individu memiliki alasan, pengalaman, serta makna yang unik terhadap peristiwa yang dialaminya. Oleh karena itu, penelitian kualitatif tidak bertujuan untuk menguji teori, melainkan memperdalam, memperkaya, dan mengembangkan pemahaman terhadap teori yang sudah ada.
“Penelitian kualitatif berupaya mengungkap sesuatu yang sering kali berada di bawah permukaan. Tidak hanya membahas masalah, tetapi juga berbagai kondisi, pengalaman, dan fenomena unik yang memiliki nilai ilmiah untuk dipelajari,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mulawarman menegaskan bahwa dalam penelitian kualitatif tidak selalu terdapat jawaban yang mutlak benar atau salah. Temuan penelitian sangat dipengaruhi oleh interpretasi dan pemaknaan yang muncul dari partisipan maupun peneliti. Karena itu, peneliti berperan sebagai instrumen utama yang harus memiliki kepekaan tinggi dalam menangkap makna yang terkandung dalam data.
Kemampuan sensing, observasi yang mendalam, serta keterampilan melakukan coding menjadi aspek penting dalam penelitian kualitatif. Kepekaan dan kekuatan analisis peneliti dalam melakukan coding data menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kualitas hasil penelitian.
Kegiatan Upgrading Metodologi Penelitian ini berlangsung secara interaktif dengan berbagai diskusi dan tanya jawab yang melibatkan peserta dari kalangan dosen maupun mahasiswa. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya perhatian terhadap peningkatan kualitas penelitian sebagai bagian dari pengembangan kompetensi akademik.
Melalui kegiatan ini, FPK UIN Walisongo Semarang berharap dosen dan mahasiswa semakin memahami prinsip-prinsip metodologi penelitian yang tepat serta mampu menghasilkan penelitian yang berkualitas, inovatif, dan berdampak. Sebagai bagian dari UIN Walisongo Semarang di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia, FPK terus berkomitmen memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah guna mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan masyarakat.
