FPK Online, Bandung – Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UIN Walisongo Semarang terus menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan pendirian Program Studi Profesi Psikologi. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kegiatan benchmarking ke Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha Bandung pada 18–20 November 2024.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FPK UIN Walisongo untuk memastikan rencana pendirian Program Studi Profesi Psikologi dipersiapkan secara terencana, sistematis, dan berorientasi pada mutu. Melalui benchmarking, FPK UIN Walisongo menggali pembelajaran serta praktik baik dari perguruan tinggi yang telah memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan pendidikan profesi psikologi.

Universitas Padjadjaran menjadi salah satu rujukan dalam kegiatan tersebut. Fakultas Psikologi Unpad memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan pendidikan profesi psikologi yang mempersiapkan peserta didik untuk memasuki dunia profesional sebagai psikolog umum.

Selain Unpad, FPK UIN Walisongo juga melakukan benchmarking ke Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha. Fakultas tersebut memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan pendidikan profesi psikologi dengan pengembangan kompetensi yang mencakup asesmen dan intervensi psikologis serta penerapan kode etik profesi.

Menggali Praktik Baik Penyelenggaraan Pendidikan Profesi

Dalam kegiatan benchmarking, tim FPK UIN Walisongo menggali berbagai aspek strategis dalam penyelenggaraan pendidikan profesi psikologi. Pembahasan mencakup kurikulum, tata kelola program studi, sistem pembelajaran, pengelolaan praktik profesi, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, laboratorium, kerja sama dengan mitra praktik, layanan mahasiswa, hingga sistem penjaminan mutu.

Berbagai aspek tersebut menjadi perhatian penting mengingat pendidikan profesi memiliki karakteristik yang berbeda dengan pendidikan akademik. Selain penguasaan keilmuan, mahasiswa pendidikan profesi membutuhkan pengalaman praktik yang terstruktur untuk membangun kompetensi profesional sesuai dengan standar dan etika profesi.

Pengalaman Universitas Padjadjaran menjadi salah satu referensi bagi FPK UIN Walisongo, khususnya dalam merespons perkembangan kebijakan pendidikan psikologi dan layanan psikologi. Pembelajaran yang diperoleh dari Unpad menjadi bahan bagi FPK UIN Walisongo dalam mempersiapkan desain kelembagaan dan penyelenggaraan pendidikan profesi yang sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Sementara itu, pengalaman Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha memberikan perspektif mengenai pengelolaan pendidikan profesi, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta integrasi pembelajaran dengan kebutuhan layanan psikologi. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bahan pembelajaran dalam merancang sistem pendidikan profesi yang mampu menghasilkan lulusan dengan kompetensi profesional dan menjunjung tinggi etika profesi.

Penjaminan Mutu Menjadi Fondasi

Dekan Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo menegaskan bahwa pendirian Program Studi Profesi Psikologi tidak semata-mata diarahkan untuk memenuhi persyaratan administratif, tetapi harus dibangun di atas sistem penjaminan mutu yang kuat.

Karena itu, kegiatan benchmarking menjadi bagian dari proses quality assurance dan continuous quality improvement. Melalui proses tersebut, setiap komponen program studi diharapkan dapat dirancang berdasarkan standar nasional pendidikan tinggi, regulasi pendidikan dan layanan psikologi, serta praktik baik penyelenggaraan pendidikan profesi psikologi.

Hasil benchmarking selanjutnya menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan dokumen pendirian Program Studi Profesi Psikologi UIN Walisongo. Penyempurnaan tersebut mencakup dokumen kurikulum, tata kelola, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, sistem pembelajaran dan praktik profesi, kemitraan, serta mekanisme penjaminan mutu.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat budaya mutu di lingkungan FPK UIN Walisongo. Pendirian program studi tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan aspek administratif, tetapi harus diawali dengan kesiapan akademik, kelembagaan, sumber daya, dan sistem penjaminan mutu.

Mengintegrasikan Keunggulan Psikologi dan Nilai Keislaman

Sebagai bagian dari UIN Walisongo Semarang, pengembangan Program Studi Profesi Psikologi juga diarahkan untuk memiliki kekhasan akademik melalui paradigma Unity of Sciences.

Kekhasan tersebut menjadi modal penting dalam membangun pendidikan profesi psikologi yang tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kompetensi profesional, tetapi juga memiliki integritas, etika, kepedulian sosial, serta kemampuan mengintegrasikan perspektif psikologi dengan nilai-nilai keislaman.

Hal ini sejalan dengan karakter Program Studi Psikologi FPK UIN Walisongo yang mengembangkan psikologi berbasis kesatuan ilmu pengetahuan untuk kemanusiaan dan peradaban. Dengan pendekatan tersebut, pendidikan profesi psikologi diharapkan mampu mengembangkan kompetensi profesional sekaligus membangun karakter lulusan yang memiliki kepekaan terhadap persoalan kemanusiaan dan sosial.

Pendirian Program Studi Profesi Psikologi diharapkan menjadi kelanjutan strategis dari pengembangan pendidikan psikologi di UIN Walisongo. Kehadiran program studi tersebut juga diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap tenaga profesional psikologi yang kompeten, beretika, berintegritas, dan memiliki karakter keislaman.

Langkah Strategis Menuju Program Studi Profesi Psikologi

Kegiatan benchmarking ke Universitas Padjadjaran dan Universitas Kristen Maranatha selama tiga hari menjadi salah satu langkah konkret FPK UIN Walisongo dalam mempersiapkan pendirian Program Studi Profesi Psikologi.

Kegiatan tersebut tidak berhenti pada kunjungan dan pertukaran informasi, tetapi menjadi bagian dari proses evaluasi, adaptasi, dan pengembangan sistem yang akan diterapkan di UIN Walisongo dengan mempertimbangkan karakteristik serta kebutuhan institusi.

Melalui proses yang terencana dan berbasis penjaminan mutu, FPK UIN Walisongo berkomitmen mempersiapkan Program Studi Profesi Psikologi yang unggul, profesional, berintegritas, dan berdaya saing, sekaligus memiliki kekhasan keislaman melalui paradigma Unity of Sciences.

Pendirian Program Studi Profesi Psikologi dengan demikian tidak sekadar menjadi penambahan program pendidikan baru, tetapi merupakan langkah strategis UIN Walisongo dalam memperluas kontribusi perguruan tinggi terhadap pengembangan ilmu psikologi dan peningkatan kualitas layanan psikologis bagi masyarakat.