FPK Online, Semarang — Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UIN Walisongo Semarang melaksanakan Monitoring Awal Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 sebagai upaya memastikan proses perkuliahan berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan. Kegiatan monitoring dilakukan secara langsung dengan mengunjungi ruang-ruang kelas pada awal pelaksanaan perkuliahan.
Monitoring diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan FPK UIN Walisongo Semarang, yaitu Dekan FPK Prof. Dr. Baidi Bukhori, S.Ag., M.Si., Wakil Dekan I Dr. Wening Wihartati, S.Psi., M.Si., Wakil Dekan II Dr. Malikhatul Hidayah, S.T., M.Pd., M.T Wakil Dekan III Dr. Dina Sugiyanti, M.Si., serta Kepala Bagian Tata Usaha H.M. Munif, S.Ag., M.Si.
Kehadiran pimpinan secara langsung di ruang kelas menjadi bagian dari monitoring awal semester sekaligus momentum untuk menyapa mahasiswa dan menyampaikan berbagai arahan terkait pelaksanaan perkuliahan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi dan kedekatan antara pimpinan fakultas dengan mahasiswa.
Dekan FPK, Prof. Dr. Baidi Bukhori, S.Ag., M.Si., menyampaikan pentingnya membangun budaya saling melayani dalam lingkungan akademik. “Selama proses perkuliahan, mari kita membangun budaya saling melayani, saling menghargai, dan saling mendukung sesuai dengan peran masing-masing. Semoga seluruh proses perkuliahan pada Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 dapat berjalan dengan lancar,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Dekan I, Dr. Wening Wihartati, S.Psi., M.Si., menekankan pentingnya kehadiran mahasiswa, khususnya pada awal perkuliahan. Menurutnya, kedisiplinan sejak awal semester perlu dibangun agar mahasiswa dapat mengikuti proses pembelajaran secara optimal dan mendukung pencapaian mutu akademik.
“Kehadiran mahasiswa sangat penting, terlebih pada awal perkuliahan. Mari membangun kedisiplinan sejak awal semester dengan hadir dan mengikuti proses pembelajaran secara sungguh-sungguh,” tuturnya.
Pesan mengenai etika mahasiswa disampaikan oleh Wakil Dekan II, Dr. Malikhatul Hidayah, S.T., M.Pd. Ia mengingatkan mahasiswa untuk senantiasa menjaga etika dalam kehidupan kampus, terutama dalam hal berpakaian dan berkomunikasi dengan seluruh sivitas akademika.
“Kami mengingatkan mahasiswa untuk selalu memperhatikan etika, baik dalam berpakaian maupun dalam berkomunikasi. Bangun komunikasi yang baik dan santun dengan dosen, tenaga kependidikan, pimpinan, maupun sesama mahasiswa,” jelasnya.
Selanjutnya, Wakil Dekan III, Dr. Dina Sugiyanti, S.Psi., M.Si., turut menyampaikan sosialisasi mengenai STOP Kekerasan Seksual di lingkungan kampus. Sosialisasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan akademik yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan seksual.
“Mari bersama-sama kita wujudkan lingkungan FPK yang aman dan nyaman serta bebas dari kekerasan seksual. Apabila mahasiswa mengalami, mengetahui, atau menemukan dugaan kekerasan seksual, jangan takut untuk melapor kepada Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) FPK sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha FPK, H.M. Munif, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa fakultas terbuka terhadap berbagai masukan, keluhan, maupun kendala yang dihadapi mahasiswa, khususnya berkaitan dengan layanan dan sarana prasarana.
“Apabila terdapat kendala maupun komplain berkaitan dengan layanan dan sarana prasarana, silakan disampaikan melalui mekanisme yang tersedia. Kami terbuka terhadap masukan mahasiswa agar setiap kendala dapat segera ditindaklanjuti dan kualitas layanan fakultas dapat terus ditingkatkan,” ungkapnya.
Kegiatan Monitoring Awal Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 berlangsung dengan lancar. Kehadiran seluruh pimpinan FPK secara langsung di ruang kelas menunjukkan komitmen fakultas dalam memastikan pelaksanaan perkuliahan berjalan dengan baik sejak awal semester, sekaligus memperkuat komunikasi antara pimpinan dan mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, FPK UIN Walisongo Semarang berharap pelaksanaan perkuliahan Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 dapat berjalan secara optimal. Sinergi antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa diharapkan mampu menciptakan budaya akademik yang disiplin, beretika, aman, nyaman, serta berorientasi pada peningkatan mutu.

