FPK Online, Semarang – Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UIN Walisongo Semarang untuk pertama kalinya menyelenggarakan Silaturahmi dan Temu Wali Mahasiswa Angkatan 2026 secara daring melalui Zoom Meeting pada Minggu (06/09/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–11.00 WIB ini menjadi langkah awal FPK dalam membangun komunikasi dan sinergi dengan wali mahasiswa sejak awal mahasiswa memasuki lingkungan perguruan tinggi.

Kegiatan diikuti oleh wali mahasiswa Angkatan 2026 dari Program Studi Psikologi dan Program Studi Gizi. Melalui pertemuan tersebut, fakultas memberikan pemahaman mengenai kehidupan akademik dan kemahasiswaan di FPK, termasuk sistem pembelajaran, administrasi, berbagai layanan mahasiswa, serta hak dan kewajiban yang perlu dipahami selama menjalani pendidikan.

Dalam sambutannya, Dekan FPK UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Baidi Bukhori, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa pertemuan dengan wali mahasiswa menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang baik antara fakultas dan keluarga mahasiswa.

“Pertemuan ini menjadi langkah awal bagi kita untuk membangun komunikasi dan sinergi yang baik antara fakultas dengan wali mahasiswa. Kami memandang wali mahasiswa sebagai bagian penting dalam mendukung proses pendidikan, karena keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh lingkungan akademik, tetapi juga membutuhkan dukungan dan perhatian dari keluarga,” tutur Prof. Baidi.

Menurutnya, memasuki perguruan tinggi merupakan tahap penting bagi mahasiswa untuk belajar mandiri, bertanggung jawab, dan mengembangkan potensi diri. Karena itu, dukungan keluarga perlu diberikan secara tepat agar mahasiswa memiliki ruang untuk tumbuh sekaligus tetap mendapatkan pendampingan selama menjalani proses pendidikan.

“Kami berharap mahasiswa Angkatan 2026 dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. FPK akan terus berupaya memberikan lingkungan pendidikan yang mendukung proses tersebut, sementara keluarga dapat menjadi mitra penting dalam memberikan motivasi dan penguatan kepada mahasiswa,” lanjutnya.

Penguatan dari sisi akademik kemudian disampaikan oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Wening Wihartati, S.Psi., M.Si. Dalam paparannya, wali mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai kebijakan akademik FPK, proses pembelajaran, kurikulum, pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), evaluasi hasil belajar, hingga layanan akademik yang dapat dimanfaatkan mahasiswa.

Dr. Wening mengingatkan bahwa proses pendidikan di perguruan tinggi menuntut mahasiswa untuk memiliki kemandirian sekaligus tanggung jawab terhadap pilihan dan kewajiban akademiknya. Dalam hal ini, keluarga memiliki peran untuk memberikan dukungan tanpa mengurangi ruang mahasiswa dalam belajar mengambil keputusan.

“Pendidikan mahasiswa bukan hanya menjadi tanggung jawab perguruan tinggi, tetapi membutuhkan dukungan dari keluarga. Karena itu, komunikasi antara fakultas dan wali mahasiswa perlu dibangun sejak awal agar proses pendidikan dapat berjalan dengan baik,” jelas Dr. Wening.

Ia berharap wali mahasiswa dapat terus memberikan motivasi agar mahasiswa aktif mengikuti kegiatan akademik dan mampu menyelesaikan tahapan pendidikannya sesuai ketentuan.

Berikutnya, aspek administrasi umum, perencanaan, dan keuangan menjadi pembahasan yang disampaikan Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Dr. Malikhatul Hidayah, S.T., M.Pd., M.T,  Wali mahasiswa diberikan informasi mengenai berbagai kewajiban administrasi dan pembiayaan pendidikan, termasuk pentingnya memperhatikan ketentuan serta jadwal yang telah ditetapkan.

Penjelasan tersebut menjadi penting agar mahasiswa dan wali memiliki pemahaman yang sama mengenai berbagai proses administrasi selama masa studi. Selain itu, sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan pembelajaran juga menjadi bagian dari informasi yang diberikan kepada wali mahasiswa.

“Ketertiban administrasi merupakan bagian penting dari kelancaran proses pendidikan. Kami berharap mahasiswa dan wali dapat memahami berbagai ketentuan serta jadwal administrasi yang telah ditetapkan sehingga tidak menimbulkan kendala dalam perjalanan studi mahasiswa,” ungkap Dr. Malikhatul.

Sementara itu, dari bidang kemahasiswaan dan kerja sama, Wakil Dekan III, Dr. Dina Sugiyanti, M.Si., memberikan gambaran mengenai ruang pengembangan mahasiswa di luar kegiatan perkuliahan. Mahasiswa memiliki kesempatan untuk terlibat dalam organisasi, mengembangkan minat dan bakat, mengikuti kegiatan akademik maupun nonakademik, serta memperoleh informasi mengenai beasiswa dan berbagai peluang pengembangan prestasi.

Menurut Dr. Dina, pengalaman mahasiswa selama berada di kampus tidak hanya dibentuk melalui proses pembelajaran di kelas. Kegiatan organisasi, kompetisi, pengembangan minat dan bakat, serta jejaring kerja sama juga dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan kesiapan mahasiswa menghadapi kehidupan setelah lulus.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk berkembang secara akademik, tetapi juga perlu memiliki pengalaman berorganisasi, mengembangkan minat dan bakat, serta membangun jejaring. FPK membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk berkembang dan berprestasi,” tutur Dr. Dina.

Ia mengajak wali mahasiswa untuk memberikan kepercayaan dan dukungan kepada putra-putrinya dalam mengikuti berbagai kegiatan positif di lingkungan kampus.

“Kami berharap wali mahasiswa dapat memberikan kepercayaan dan dukungan kepada putra-putrinya untuk mengikuti kegiatan positif di kampus. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia setelah lulus,” lanjutnya.

Pembahasan kemudian diarahkan pada hal-hal yang lebih spesifik di masing-masing program studi. Ketua Jurusan Psikologi, Dewi Khurun Aini, S.Psi., M.Si., memberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban mahasiswa Psikologi. Mahasiswa berhak memperoleh layanan pendidikan dan pembelajaran, bimbingan akademik dan kemahasiswaan, serta kesempatan untuk mengembangkan minat, bakat, dan prestasi.

Di samping hak tersebut, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk mengikuti perkuliahan, memenuhi ketentuan akademik, menaati peraturan dan tata tertib yang berlaku, serta menjaga etika, integritas, dan nama baik Program Studi Psikologi maupun UIN Walisongo Semarang.

Adapun bagi mahasiswa Gizi, Ketua Jurusan Gizi, Farohatus Sholichah, M.Gizi., memberikan pemahaman mengenai hak mahasiswa dalam memperoleh pembelajaran, bimbingan, fasilitas pendukung, dan kesempatan mengembangkan kompetensi. Mahasiswa Gizi juga perlu memahami tuntutan pembelajaran yang mencakup kegiatan praktikum.

Karena itu, mahasiswa berkewajiban mengikuti perkuliahan dan praktikum sesuai ketentuan, memenuhi standar akademik, menyelesaikan tugas, serta mematuhi tata tertib laboratorium. Aspek keselamatan dan keamanan selama praktikum juga menjadi perhatian penting, disertai dengan penerapan etika akademik dan profesi.

Rangkaian pembahasan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan mahasiswa membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Fakultas bertanggung jawab menyediakan lingkungan pendidikan dan layanan yang mendukung, mahasiswa menjalankan proses pembelajaran dengan penuh tanggung jawab, sedangkan keluarga memberikan dukungan dan pendampingan selama mahasiswa menjalani masa studi.

Sebagai kegiatan yang pertama kali diselenggarakan, Silaturahmi dan Temu Wali Mahasiswa Angkatan 2026 diharapkan menjadi awal terbentuknya komunikasi yang berkelanjutan antara FPK dan wali mahasiswa. Pertemuan ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun pemahaman bersama mengenai proses pendidikan dan perkembangan mahasiswa.

Melalui sinergi tersebut, FPK berharap mahasiswa Angkatan 2026 dapat menjalani proses pendidikan dengan lebih terarah, berkembang secara akademik maupun nonakademik, serta memiliki karakter yang kuat dan bertanggung jawab.

Sebagai bagian dari perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia, FPK UIN Walisongo Semarang terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan integritas.