FPK Online, Semarang — Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Gizi Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UIN Walisongo Semarang menerima kunjungan Benchmarking dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Gizi Universitas Negeri Malang (UM), Jumat (5/9/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Upgrading Insight, Ignite Innovation” tersebut berlangsung di Teater ISDB FTIK, Kampus 3 UIN Walisongo Semarang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya HMJ Gizi FPK UIN Walisongo Semarang dalam memperluas jejaring kemahasiswaan sekaligus membuka ruang pertukaran wawasan dan pengalaman dengan organisasi mahasiswa dari perguruan tinggi lain. Melalui kegiatan Benchmarking, kedua organisasi memiliki kesempatan untuk saling mempelajari pengelolaan organisasi, pelaksanaan program kerja, serta berbagai strategi dalam menghadapi tantangan kemahasiswaan.
Kegiatan diawali dengan registrasi dan penyambutan rombongan HMPS Gizi Universitas Negeri Malang oleh pengurus HMJ Gizi UIN Walisongo Semarang. Acara kemudian dibuka secara resmi dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta sambutan dari perwakilan kedua organisasi dan institusi.
Ketua Pelaksana Benchmarking dari HMJ Gizi UIN Walisongo Semarang, Farah Laila Azkiya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan. Ia juga memberikan apresiasi kepada HMPS Gizi Universitas Negeri Malang yang telah berkenan melakukan kunjungan ke UIN Walisongo Semarang.

Farah berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi ruang untuk saling belajar dan berbagi pengalaman.
“Semoga kegiatan ini dapat menjadi kesempatan bagi kita untuk saling bertukar pengalaman, menambah wawasan, dan mempererat hubungan antara HMJ Gizi UIN Walisongo Semarang dengan HMPS Gizi Universitas Negeri Malang,” ujarnya.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua Pelaksana dari HMPS Gizi Universitas Negeri Malang, M. Alifansyah Budiwinata. Ia menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh HMJ Gizi UIN Walisongo Semarang kepada rombongan dari Universitas Negeri Malang. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman baru sekaligus melihat praktik pengelolaan organisasi dari sudut pandang yang berbeda.
Selain perwakilan mahasiswa, kegiatan juga mendapat dukungan dari dosen pembina HMPS Gizi Universitas Negeri Malang. Dalam sambutannya, dosen pembina mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Benchmarking sebagai ruang pembelajaran bagi mahasiswa. Kegiatan lintas perguruan tinggi dinilai dapat membantu mahasiswa memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan berorganisasi, serta membangun jejaring yang bermanfaat bagi pengembangan organisasi.
Sementara itu, Wakil Dekan III Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo Semarang, Dr. Dina Sugiyanti, M.Si., turut hadir dan memberikan sambutan. Ia menyampaikan apresiasi kepada HMJ Gizi FPK UIN Walisongo Semarang dan HMPS Gizi Universitas Negeri Malang yang telah berinisiatif membangun komunikasi serta kolaborasi antarmahasiswa.
“Selamat datang kepada rombongan HMPS Gizi Universitas Negeri Malang di UIN Walisongo Semarang. Semoga kegiatan ini menjadi ruang yang produktif untuk bertukar gagasan, pengalaman, dan inovasi,” tutur Dr. Dina Sugiyanti, M.Si.
Ia juga menekankan pentingnya membangun jejaring antarmahasiswa lintas perguruan tinggi. Menurutnya, pengalaman organisasi yang diperoleh mahasiswa tidak hanya terbatas di lingkungan kampus masing-masing, tetapi juga dapat berkembang melalui interaksi dan kolaborasi dengan organisasi mahasiswa dari perguruan tinggi lain.
Memasuki kegiatan inti, Benchmarking dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan pengurus HMJ Gizi UIN Walisongo Semarang dan HMPS Gizi Universitas Negeri Malang. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan bidang atau divisi masing-masing.
Dalam FGD, setiap kelompok saling memaparkan pengalaman dalam menjalankan organisasi, mulai dari penyusunan dan pelaksanaan program kerja, pembagian tugas, pengelolaan kepengurusan, hingga berbagai tantangan yang dihadapi selama menjalankan kegiatan. Diskusi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengetahui praktik organisasi dari kedua pihak secara lebih dekat.
Pembahasan juga mencakup tantangan organisasi mahasiswa di era digital, pengelolaan media sosial dan informasi, strategi publikasi kegiatan, pelaksanaan program kerja, serta upaya membangun citra organisasi yang positif di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Suasana diskusi berlangsung interaktif dan penuh keakraban. Para peserta aktif menyampaikan pertanyaan, memberikan tanggapan, serta berbagi pengalaman berdasarkan kondisi organisasi masing-masing. Perbedaan lingkungan perguruan tinggi justru menjadi kekuatan dalam proses pertukaran wawasan karena setiap organisasi memiliki pengalaman dan strategi yang berbeda.
Melalui kegiatan tersebut, HMJ Gizi FPK UIN Walisongo Semarang dan HMPS Gizi Universitas Negeri Malang juga membuka peluang untuk membangun komunikasi dan kolaborasi secara berkelanjutan. Tindak lanjut dapat dilakukan melalui diskusi bersama, pertukaran informasi, kegiatan kolaboratif, maupun bentuk kerja sama lain yang memberikan manfaat bagi kedua organisasi.
Kegiatan Benchmarking ini menjadi salah satu bentuk komitmen mahasiswa FPK UIN Walisongo Semarang dalam mengembangkan kapasitas organisasi sekaligus memperluas jejaring kemahasiswaan. Sebagai bagian dari UIN Walisongo Semarang di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia, FPK terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengembangkan wawasan, kreativitas, kemampuan berorganisasi, dan semangat kolaborasi.
Melalui tema “Upgrading Insight, Ignite Innovation”, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan wawasan baru bagi HMJ Gizi UIN Walisongo Semarang dan HMPS Gizi Universitas Negeri Malang. Lebih dari sekadar kunjungan, Benchmarking tersebut menjadi ruang untuk saling belajar, berbagi praktik baik, memperkuat jejaring, serta mendorong lahirnya inovasi dalam pengelolaan organisasi mahasiswa.
Dengan terjalinnya hubungan baik antara kedua organisasi, HMJ Gizi FPK UIN Walisongo Semarang berharap kolaborasi lintas perguruan tinggi dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi mahasiswa, organisasi, serta masyarakat.

