FPK Online, Semarang – Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan Sosialisasi Tugas Akhir dan Sidang bagi mahasiswa Program Studi Psikologi Angkatan 2023, Selasa (15/9/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom tersebut diikuti oleh 188 mahasiswa.

Kegiatan menghadirkan Dekan FPK UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Baidi Bukhori, S.Ag., M.Si., dan Wakil Dekan I, Dr. Wening Wihartati, S.Psi., M.Si., sebagai pemberi sambutan. Sementara materi disampaikan oleh Dewi Khurun Aini, M.A. mengenai petunjuk teknis tugas akhir serta Lucky Ade Sessiani, S.Psi., M.Psi., Psikolog mengenai penentuan judul, metodologi, dan penyusunan tugas akhir.

Dalam sambutannya, Dekan FPK UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Baidi Bukhori, S.Ag., M.Si., menekankan bahwa penyusunan tugas akhir, baik skripsi maupun non-skripsi, membutuhkan proses yang harus dilaksanakan sesuai ketentuan. Mahasiswa juga perlu menjaga integritas akademik serta membangun komunikasi yang baik dengan dosen pembimbing.

“Proses penyusunan skripsi harus dilakukan sesuai prosedur dan menjunjung tinggi integritas akademik. Mahasiswa tidak diperkenankan melakukan plagiarisme maupun manipulasi data.”

Dekan juga mengingatkan mahasiswa agar mampu menentukan skala prioritas dan memahami pedoman tugas akhir yang telah ditetapkan. Menurutnya, kedisiplinan dalam mengikuti prosedur menjadi bagian penting agar proses penyelesaian tugas akhir dapat berjalan secara efektif.

Sementara itu, Wakil Dekan I FPK UIN Walisongo Semarang, Dr. Wening Wihartati, S.Psi., M.Si., menyampaikan bahwa penyusunan tugas akhir merupakan salah satu tahap penting dalam perjalanan akademik mahasiswa. Proses tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan kompetensi, kejujuran, dan sikap mahasiswa.

“Dalam kegiatan sosialisasi tugas akhir diharapkan terdapat tiga hal yang dapat tercapai, yaitu penyamaan pemahaman terkait alur dan proses pelaksanaan tugas akhir, menciptakan lulusan yang berakhlakul karimah, serta mitigasi hambatan selama proses tugas akhir.”

Materi petunjuk teknis tugas akhir disampaikan oleh Dewi Khurun Aini, M.A. Pembahasan meliputi ketentuan dan persyaratan pengajuan tugas akhir, alur pengajuan judul, penentuan dosen pembimbing, penyusunan proposal, seminar proposal, hingga ujian atau munaqosah.

Mahasiswa juga mendapatkan penjelasan mengenai pilihan tugas akhir non-skripsi yang meliputi karya desain teknologi, karya seni/arsitektur, artikel ilmiah, buku ber-ISBN, dan pengakuan karya mahasiswa.

Khusus artikel ilmiah sebagai tugas akhir, dijelaskan bahwa artikel harus merupakan karya ilmiah yang disetujui dosen pembimbing dan dipublikasikan pada jurnal bereputasi Q1–Q4 atau minimal Sinta 3. Artikel juga harus berstatus diterima atau telah terbit, dengan mahasiswa sebagai penulis pertama dan menggunakan afiliasi UIN Walisongo.

“Persiapan pembuatan artikel tugas akhir dapat dimulai sejak semester 5–6. Proses pembimbingan dibagi menjadi dua tahap, yaitu sebelum submit artikel dan setelah submit.”

Pada tahap sebelum submit, pembimbingan mencakup judul, metode, bahasa, gaya selingkung jurnal, pemilihan jurnal, penyusunan artikel, hingga penentuan novelty. Setelah submit, pembimbingan berfokus pada revisi dari editor dan reviewer.

Selanjutnya, Lucky Ade Sessiani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, memberikan materi mengenai penentuan judul dan metodologi penelitian. Mahasiswa diarahkan untuk menyusun judul yang singkat, jelas, spesifik, dan sesuai dengan fokus penelitian.

“Mahasiswa perlu memperhatikan perbedaan masing-masing metode penelitian dan menyesuaikannya dengan tujuan penelitian.”

Dalam pemaparannya, Lucky juga membahas tahapan menentukan judul dengan memperhatikan minat penelitian, fenomena atau permasalahan yang berkembang, serta penelitian terdahulu. Mahasiswa diarahkan untuk melakukan penelusuran referensi melalui publikasi jurnal, OJS, maupun Google Scholar.

Materi juga mencakup perbedaan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, penentuan subjek atau sampel, teknik pengambilan sampel, serta berbagai metode analisis penelitian. Mahasiswa diperkenalkan pada sejumlah teknik analisis statistik yang disesuaikan dengan tujuan penelitian dan karakteristik data.

Selain metodologi, sosialisasi menekankan pentingnya penulisan ilmiah dan integritas akademik. Mahasiswa diarahkan menggunakan referensi yang relevan dan relatif terbaru serta menerapkan APA Referencing Style edisi ke-7. Mahasiswa juga perlu memperhatikan ketentuan sitasi, termasuk minimal satu sitasi dari jurnal Psikohumaniora dan minimal satu penelitian yang dilakukan oleh dosen.

Dalam pemeriksaan Turnitin, batas maksimal persentase kemiripan yang diperbolehkan adalah 30 persen. Pemeriksaan juga dianjurkan dilakukan sejak jauh-jauh hari agar mahasiswa memiliki waktu untuk melakukan perbaikan sebelum mengajukan administrasi ujian.

Selain itu, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai alur tugas akhir, mulai dari bimbingan dengan Dosen Wali, bimbingan dengan Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan, pencetakan buku bimbingan, hingga seminar proposal. Mahasiswa dapat mengikuti seminar proposal setelah memenuhi minimal empat kali bimbingan dan telah lulus TOEFL atau IMKA, salah satu di antaranya.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, FPK UIN Walisongo Semarang berupaya memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh kepada mahasiswa mengenai ketentuan dan tahapan penyelesaian tugas akhir, mulai dari penentuan judul, pemilihan metode, proses bimbingan, penyusunan proposal, hingga persiapan ujian komprehensif dan munaqosah.

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa menyelesaikan tugas akhir secara lebih terarah, tertib, dan sesuai dengan ketentuan akademik, sekaligus menjunjung tinggi integritas, etika, dan akhlakul karimah selama proses penyelesaian pendidikan.