FPK_News, Semarang – Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UIN Walisongo Semarang yang berada di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi dan kesadaran kesehatan di lingkungan sivitas akademika. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Seminar Fakultas yang mengangkat sejumlah isu kesehatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari kesehatan dan gizi anak, pencegahan kanker serviks, hingga kesehatan psikologis.

Kegiatan dilaksanakan pada Selasa (11/8/2026) mulai pukul 09.00 WIB di Gedung FPK lantai 1. Seminar diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta peserta undangan. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus forum berbagi pengetahuan untuk memperluas wawasan peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh, baik dari aspek fisik, gizi, maupun psikologis.

Sebagai bagian dari UIN Walisongo Semarang di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia, FPK memiliki peran strategis dalam mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang berkaitan dengan psikologi dan kesehatan. Melalui kegiatan seminar fakultas, FPK tidak hanya mendorong penguatan kapasitas akademik, tetapi juga berupaya menghadirkan edukasi kesehatan yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Seminar menghadirkan tiga narasumber dengan kepakaran pada bidang masing-masing. Narasumber pertama, Utami Harjantini, M.Gz., menyampaikan materi bertajuk “Cerdas Mengatur Konsumsi Gula Anak”. Materi ini membahas pentingnya memperhatikan asupan gula pada anak serta mengenali berbagai sumber gula yang terdapat dalam makanan dan minuman sehari-hari.

Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun kebiasaan konsumsi pangan sehat sejak usia dini. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membiasakan membaca informasi kandungan gula pada produk pangan serta membatasi konsumsi makanan dan minuman dengan kandungan gula tinggi.

Pengaturan konsumsi gula pada anak juga membutuhkan keterlibatan orang tua dan lingkungan keluarga. Kebiasaan makan yang sehat perlu dibangun secara konsisten agar anak memiliki pola konsumsi yang lebih baik sejak dini.

Materi kedua disampaikan oleh Kusnia Wati Rahayu, MPH, dengan tema “Mengenal Penyakit Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks) dan Upaya Pencegahannya”. Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai kanker serviks, faktor risiko, serta berbagai langkah yang dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan.

Dalam pemaparannya, peserta diajak meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan reproduksi dan pentingnya melakukan langkah preventif. Peningkatan pengetahuan, penerapan perilaku hidup sehat, vaksinasi HPV, serta deteksi dini menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian kanker serviks.

Sementara itu, narasumber ketiga, Nadia Rosliani, M.Psi., Psikolog, membahas tema “Mental Load: Beban Psikologis yang Tak Terlihat”. Materi tersebut mengangkat beban kognitif dan psikologis yang sering kali tidak terlihat, tetapi dapat memengaruhi kondisi dan kesejahteraan seseorang.

Peserta diajak mengenali mental load yang dapat muncul ketika seseorang harus terus memikirkan, merencanakan, mengatur, mengingat, serta memastikan berbagai tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut dapat terjadi dalam lingkungan keluarga, pekerjaan, pendidikan, maupun kehidupan sosial.

Nadia juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka, pembagian tanggung jawab yang lebih seimbang, serta kemampuan mengenali dan mengelola beban psikologis. Langkah tersebut diperlukan agar seseorang dapat menjaga keseimbangan dan kesejahteraan psikologis dalam menjalankan berbagai peran.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para narasumber dan membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan materi seminar.

Diskusi berlangsung aktif dan komunikatif. Antusiasme peserta terlihat dari beragam pertanyaan yang disampaikan, khususnya mengenai penerapan pengaturan konsumsi gula pada anak, upaya pencegahan kanker serviks, serta cara mengenali dan mengelola mental load dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga materi tersebut memberikan perspektif yang saling melengkapi dalam memahami kesehatan secara lebih komprehensif. Kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh pola konsumsi, kesadaran terhadap pencegahan penyakit, serta kondisi psikologis seseorang.

Melalui seminar ini, FPK UIN Walisongo menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika maupun masyarakat. Sebagai fakultas di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia, FPK berupaya mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan, keilmuan, dan kemanfaatan sosial dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan.

Komitmen tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seminar, tetapi dapat mendorong tumbuhnya kesadaran dan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan sekaligus disebarluaskan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

Dengan mengangkat isu-isu kesehatan yang aktual dan dekat dengan kehidupan masyarakat, Seminar Fakultas menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi FPK UIN Walisongo dalam memperkuat literasi kesehatan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran FPK sebagai bagian dari UIN Walisongo Semarang di bawah Kementerian Agama dalam menghadirkan pendidikan dan edukasi yang berdampak bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.