FPK_News, Banjarmasin – Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UIN Walisongo Semarang terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan psikologi melalui partisipasi aktif dalam Konsorsium Nasional Psikologi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Kegiatan tersebut berlangsung pada 6–9 Agustus 2026 di Banjarmasin dan diikuti oleh pimpinan serta pengelola Program Studi Psikologi dari berbagai PTKI di Indonesia.

Dekan FPK UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Baidi Bukhori, hadir dalam forum tersebut bersama para pimpinan perguruan tinggi dan pengelola Program Studi Psikologi dari berbagai wilayah Indonesia. Keikutsertaan FPK menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat budaya mutu dalam penyelenggaraan pendidikan psikologi.

Konsorsium Nasional Psikologi PTKI menjadi forum strategis untuk mempertemukan berbagai perguruan tinggi dalam membahas pengembangan pendidikan psikologi di lingkungan PTKI. Pembahasan mencakup berbagai aspek, mulai dari pengembangan kurikulum dan pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, inovasi, hingga penguatan kerja sama dan jejaring akademik.

Bagi FPK UIN Walisongo, forum tersebut memiliki nilai strategis dalam mendukung proses penjaminan mutu dan peningkatan kualitas secara berkelanjutan (continuous quality improvement). Melalui konsorsium, perguruan tinggi dapat melakukan benchmarking, bertukar pengalaman, berbagi praktik baik, serta mengidentifikasi perkembangan dan tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pendidikan psikologi.

“Penjaminan mutu tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan standar, tetapi juga bagaimana perguruan tinggi secara konsisten melakukan evaluasi, benchmarking, dan tindak lanjut untuk meningkatkan kualitas. Konsorsium ini menjadi salah satu ruang penting untuk proses tersebut,” ujar Prof. Dr. Baidi Bukhori.

Menurutnya, perkembangan ilmu psikologi yang semakin dinamis serta perubahan kebutuhan masyarakat menuntut perguruan tinggi untuk terus melakukan evaluasi dan pembaruan kurikulum. Kurikulum psikologi perlu mampu merespons perkembangan keilmuan, kebutuhan dunia kerja, kemajuan teknologi, serta berbagai persoalan psikologis yang berkembang di tengah masyarakat.

Salah satu perkembangan yang menjadi perhatian dalam pengembangan pendidikan psikologi adalah hadirnya Artificial Intelligence (AI). Perkembangan teknologi tersebut membuka peluang sekaligus menghadirkan tantangan baru dalam berbagai aspek psikologi, termasuk pendidikan, penelitian, praktik psikologi, dan kehidupan sosial masyarakat.

Dalam menghadapi perkembangan tersebut, pendidikan psikologi di lingkungan PTKI perlu dikembangkan secara adaptif tanpa meninggalkan karakter dan nilai-nilai keislaman. Integrasi keilmuan psikologi dengan nilai keislaman menjadi salah satu kekuatan penting yang dapat membedakan sekaligus memperkuat karakter pendidikan psikologi di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.

Selain kurikulum, konsorsium juga memberikan perhatian terhadap penguatan penelitian dan inovasi psikologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antarkampus diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas riset, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta menghasilkan berbagai inovasi yang mampu memberikan kontribusi terhadap persoalan psikologis dan sosial.

Keterlibatan FPK UIN Walisongo dalam forum nasional tersebut juga menjadi bagian dari penguatan budaya mutu di tingkat fakultas. Berbagai gagasan, pengalaman, dan praktik baik yang diperoleh selama konsorsium dapat menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan program akademik, peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa.

“Yang terpenting adalah bagaimana hasil konsorsium dapat ditindaklanjuti di tingkat institusi. Dengan demikian, forum ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran gagasan, tetapi memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan psikologi,” tambah Prof. Dr. Baidi Bukhori.

Keikutsertaan FPK UIN Walisongo dalam Konsorsium Nasional Psikologi PTKI di Banjarmasin menegaskan komitmen fakultas untuk terus membangun pendidikan psikologi yang bermutu, adaptif, inovatif, berbasis riset, serta berlandaskan nilai-nilai keislaman. Komitmen tersebut sejalan dengan upaya FPK sebagai bagian dari UIN Walisongo Semarang di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui penguatan jejaring dan kolaborasi antarlembaga, FPK UIN Walisongo diharapkan mampu terus mengembangkan sistem penjaminan mutu melalui evaluasi dan tindak lanjut yang berkelanjutan. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas lulusan agar memiliki kompetensi akademik dan profesional serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban.