FPK News, Semarang– Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UIN Walisongo Semarang mengawali perjalanan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dengan pesan yang sarat makna. Melalui gerakan “Menanam Pohon, Menanam Masa Depan”, mahasiswa baru diajak membangun budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.

Kegiatan yang berlangsung di halaman FPK UIN Walisongo Semarang, Rabu (19/8), tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) FPK Tahun 2026. Kegiatan ini dihadiri Dekan FPK UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Baidi Bukhori, S.Ag., M.Si., yang didampingi Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Wakil Dekan III, dan Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU). Turut hadir panitia PBAK fakultas serta seluruh mahasiswa baru FPK Tahun Akademik 2026/2027 yang berjumlah 403 mahasiswa, terdiri atas 237 mahasiswa Program Studi Psikologi dan 166 mahasiswa Program Studi Gizi.

Gerakan tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi pesan Dekan FPK UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Baidi Bukhori, S.Ag., M.Si., yang mengajak mahasiswa baru untuk tidak berhenti pada pencapaian akademik. Kehidupan perguruan tinggi juga menjadi ruang penting untuk membentuk karakter, menumbuhkan kepedulian, serta mempersiapkan generasi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa baru perwakilan Program Studi Psikologi dan Program Studi Gizi menanam dua pohon mangga dan dua anggrek rusa. Perwakilan mahasiswa berasal dari daerah yang beragam, termasuk mahasiswa dari daerah terjauh dan terdekat. Keberagaman tersebut menjadi bagian dari pesan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama tanpa memandang latar belakang.

Nilai yang dibawa dalam gerakan ini juga selaras dengan gagasan ekoteologi Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia, yang memandang alam sebagai amanah Tuhan sekaligus tajalli, yaitu penampakan sifat Tuhan. Pandangan tersebut menempatkan hubungan manusia dengan lingkungan dalam dimensi yang lebih luas. Merawat alam tidak hanya berkaitan dengan keberlanjutan ekosistem, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral dan spiritual manusia.

Momentum tersebut semakin istimewa ketika Prof. Dr. Baidi Bukhori turut menanam satu pohon mangga. Pohon itu menjadi simbol pengabdian beliau selama 30 tahun di UIN Walisongo Semarang, yang juga ditandai dengan diterimanya Satyalancana Karya Satya XXX Tahun serta kenaikan pangkat hingga Golongan IV/e.

Pohon yang ditanam tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi bagian dari penghijauan lingkungan kampus, tetapi juga menjadi pengingat atas perjalanan panjang sebuah pengabdian. Sebagaimana pohon yang terus tumbuh setelah ditanam, nilai-nilai ilmu, keteladanan, dan pengabdian juga diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.

Bagi mahasiswa baru, kegiatan ini menjadi pengalaman awal untuk memahami bahwa kehidupan kampus memiliki dimensi yang lebih luas daripada ruang kelas. Ilmu pengetahuan perlu berjalan beriringan dengan karakter, kepedulian, dan kesadaran terhadap persoalan di sekitar.

Pesan “menanam pohon bukan sekadar menanam, tetapi menanam harapan” menjadi refleksi dari seluruh rangkaian kegiatan. Setiap bibit yang ditanam hari ini membutuhkan waktu untuk tumbuh, sebagaimana proses pendidikan yang membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan komitmen sebelum menghasilkan perubahan.

Melalui kegiatan tersebut, FPK UIN Walisongo Semarang menjadikan PBAK 2026 sebagai momentum untuk memperkenalkan budaya akademik sekaligus menanamkan nilai kepedulian sejak awal. Dari halaman kampus, mahasiswa baru diajak memulai perjalanan dengan satu kesadaran sederhana: ilmu yang dimiliki akan semakin bermakna ketika mampu tumbuh menjadi manfaat bagi manusia, lingkungan, dan masa depan.