FPK_NEWS, Semarang – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Psikologi Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UIN Walisongo Semarang sukses menyelenggarakan kegiatan SEJIWA 2026 pada Sabtu–Minggu, 13–14 Juni 2026, di Kelurahan Mangunsari, Kec,Gunungpati, Kota Semarang. Mengusung tema “Growing Together: Menghadapi Quarter Life Crisis, Menemukan Arah Hidup”, kegiatan ini menjadi wadah edukasi psikologi bagi generasi muda, khususnya remaja dan dewasa awal yang tergabung dalam Karang Taruna Kelurahan Mangunsari.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo Semarang sebagai perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam meningkatkan literasi kesehatan mental masyarakat serta membangun generasi yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan kehidupan.
Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Dekan III FPK UIN Walisongo Semarang, Dr. Dina Sugiyanti, M.Si., dan perwakilan Kelurahan Mangunsari, Indra Darmawan. Dalam sambutannya, Dr. Dina Sugiyanti menyampaikan apresiasi kepada HMJ Psikologi yang telah menghadirkan program pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, isu kesehatan mental saat ini menjadi perhatian penting, terutama bagi generasi muda yang tengah berada pada masa transisi menuju kedewasaan.
Sementara itu, Indra Darmawan mewakili Kelurahan Mangunsari menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap materi yang diberikan dapat menjadi bekal bagi para peserta dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental.
Kegiatan SEJIWA 2026 menghadirkan Lucky Ade Sessiani, S.Psi., M.Si., Psikolog sebagai narasumber utama. Dalam sesi materi, peserta diajak memahami fenomena quarter life crisis, yaitu kondisi kebingungan, kecemasan, dan ketidakpastian yang kerap dialami individu pada masa remaja akhir hingga dewasa awal. Narasumber juga menjelaskan berbagai faktor yang memengaruhi munculnya kondisi tersebut serta strategi yang dapat dilakukan untuk mengelola emosi, membangun tujuan hidup, dan meningkatkan ketahanan diri.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta aktif mengikuti sesi pemaparan materi, mengajukan pertanyaan, serta terlibat dalam diskusi yang membahas pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Melalui diskusi kelompok, peserta memperoleh kesempatan untuk saling bertukar pandangan dan mendapatkan perspektif baru dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul pada fase perkembangan mereka.
Selain sesi edukasi, SEJIWA 2026 juga menghadirkan kegiatan kreatif dan reflektif yang dirancang untuk mempererat hubungan antarpeserta. Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah Memorable Moment, yaitu aktivitas melukis totebag sebagai media ekspresi diri. Melalui kegiatan tersebut, peserta menuangkan refleksi, harapan, serta pengalaman hidup mereka ke dalam karya yang penuh makna.

Kegiatan berbagi cerita dan pengalaman juga menjadi bagian penting dalam rangkaian acara. Suasana yang hangat dan penuh kebersamaan membuat peserta merasa nyaman untuk mengekspresikan diri serta membangun dukungan sosial yang positif. Hal ini sejalan dengan tujuan SEJIWA 2026 untuk menciptakan ruang aman bagi generasi muda dalam mengenali dan mengelola berbagai tantangan psikologis yang mereka hadapi.
Ketua Pelaksana Sofi Solihah Ramadanti menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya para remaja Karang Taruna Kelurahan Mangunsari. Menurutnya, kesehatan mental merupakan aspek penting yang perlu mendapat perhatian bersama agar generasi muda mampu berkembang secara optimal dan memiliki kesiapan menghadapi masa depan.
Sejalan dengan visi UIN Walisongo Semarang di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia, kegiatan ini menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan, edukasi, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Secara keseluruhan, SEJIWA 2026 berlangsung dengan lancar dan mendapatkan respons yang sangat positif dari peserta maupun masyarakat setempat. Tingginya partisipasi peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa isu kesehatan mental dan quarter life crisis merupakan topik yang relevan dan dekat dengan kehidupan generasi muda saat ini.
Melalui kegiatan ini, HMJ Psikologi FPK UIN Walisongo Semarang berharap para peserta dapat memperoleh wawasan, keterampilan, serta dukungan sosial yang bermanfaat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. SEJIWA 2026 diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang lebih sehat secara mental, tangguh, dan mampu menemukan arah hidup yang lebih baik di masa depan.
