FPK News, Semarang (24/6/2026) – Mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UIN Walisongo Semarang yang melaksanakan program magang di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah turut berperan aktif dalam kegiatan penyuluhan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui program BNN Goes To School: Program Ananda Bersinar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar sejak usia dini.
Program magang berlangsung selama kurang lebih empat bulan, mulai 9 Februari hingga 12 Juni 2026. Selama periode tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk terlibat secara langsung dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan BNNP Jawa Tengah, salah satunya sebagai penyuluh dalam program edukasi P4GN yang menyasar siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Semarang.
Pelaksanaan penyuluhan dimulai pada April 2026 hingga berakhirnya masa magang. Bersama tim penyuluh BNNP Jawa Tengah, mahasiswa berhasil menjangkau lebih dari 40 sekolah melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika. Program ini menjadi salah satu langkah preventif yang dilakukan untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga diri dari ancaman narkoba.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya bertugas sebagai pendamping kegiatan, tetapi juga berperan sebagai pemateri yang menyampaikan materi secara langsung kepada para siswa. Kegiatan penyuluhan dilakukan melalui kolaborasi antara mahasiswa magang dan staf BNNP Jawa Tengah dengan sistem pembagian tugas yang telah ditetapkan. Setiap mahasiswa mendampingi penyuluh BNNP dalam pelaksanaan edukasi di sekolah-sekolah yang menjadi sasaran program.
Materi yang diberikan mencakup pengenalan berbagai jenis narkotika, dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan fisik dan mental, pentingnya membangun lingkungan pergaulan yang positif, serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh pelajar. Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, para siswa diajak untuk memahami pentingnya menjaga diri serta berkomitmen menjadi generasi yang sehat, berprestasi, dan bebas narkoba.
Sekolah yang menjadi sasaran program terdiri atas berbagai sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kota Semarang. Pada jenjang sekolah dasar, kegiatan penyuluhan dilaksanakan di sejumlah sekolah, di antaranya SDN Ngaliyan 1, SDN Pekunden, SDN Tugurejo 03, SD Islam Terpadu Mutiara Hati, SDN Krobokan Semarang, SDN Sadeng 03, SDN Polaman, SDN Sendangmulyo 02, SDN Peleburan 01, SDN Karanganyar 01, SDN Kalicari 01, SDN Ngaliyan 02, SDN Ngaliyan 03, SD Wesley, SD Alma’arif, SDN Srondol Kulon 02, SDN Mangunsari 01, SDN Bringin 01, SDN Kalibanteng Kulon 01, SDN Tlogosari Kulon 06, SDN Wonodri, SDN Pedurungan 02, SDN Muktiharjo Kidul 02, SDN Lamper Kidul 01, serta SDN Tegalsari 02.
Sementara itu, pada jenjang sekolah menengah pertama, kegiatan edukasi dilaksanakan di sejumlah sekolah, antara lain SMPN 38 Semarang, SMP Mataram, SMPN 13 Semarang, SMP Krista Mitra, SMPN 33 Semarang, SMP Kuncup Melati, SMPN 2 Semarang, SMP Islam Al Bisyri, dan SMP Islam Terpadu Al Bunayya.
Partisipasi mahasiswa dalam program ini memberikan pengalaman berharga dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, khususnya dalam bidang psikologi, komunikasi, edukasi masyarakat, dan pengembangan perilaku sehat. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, mahasiswa belajar membangun komunikasi yang efektif dengan peserta didik serta mengembangkan kemampuan dalam menyampaikan pesan-pesan preventif kepada masyarakat.
Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen UIN Walisongo Semarang sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang berada dalam binaan Kementerian Agama Republik Indonesia untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta mampu berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan preventif.
Melalui program BNN Goes To School: Program Ananda Bersinar, diharapkan semakin banyak pelajar yang memiliki pemahaman tentang bahaya narkotika serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Sinergi antara BNNP Jawa Tengah dan perguruan tinggi diharapkan dapat terus diperkuat guna mendukung terwujudnya generasi muda Indonesia yang sehat, berkarakter, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

