FPK_Online | Semarang, 17 Oktober 2026 — Pekan Gizi 2026 yang diselenggarakan oleh HMJ Gizi, Fakultas Psikologi dan Kesehatan, UIN Walisongo Semarang, sukses digelar selama 2 hari, yaknil 16-17 oktober 2026. Mengusung tema “Grow with Nutrition, Shine with Competition: Tumbuh dengan Gizi, Bersinar Lewat Kompetisi”, kegiatan ini menjadi wadah pengembangan kompetensi mahasiswa melalui berbagai perlombaan di bidang gizi, baik tingkat nasional maupun internal.
Pekan Gizi 2026 diselenggarakan untuk memberikan ruang bagi peserta guna mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik di bidang gizi. Melalui kompetisi ini, peserta diharapkan dapat mengasah hard skills dan soft skills, meningkatkan kreativitas, memperluas wawasan, serta melatih kemampuan berpikir kritis dan berkolaborasi dalam menghadapi tantangan di bidang gizi.

Rangkaian perlombaan tingkat nasional terdiri atas dua cabang, yaitu esai dan cipta resep. Pendaftaran kompetisi dibuka pada 30 Agustus hingga 20 September 2026. Tahapan selanjutnya meliputi pengumuman lima finalis terbaik pada 28 September, technical meeting pada 29 September, serta pengumpulan karya pada 30 September hingga 15 Oktober 2026. Para finalis kemudian mengikuti sesi presentasi pada 16 Oktober, sebelum pengumuman pemenang dilaksanakan pada 17 Oktober 2026. Kompetisi nasional ini diikuti oleh 10 peserta pada cabang esai dan delapan peserta pada cabang cipta resep.
Sementara itu, perlombaan tingkat internal dilaksanakan dengan technical meeting pada 16 Oktober dan pelaksanaan lomba pada 17 Oktober 2026. Kompetisi internal diikuti oleh 91 peserta yang berpartisipasi dalam dua jenis perlombaan utama, yaitu NutriQuest dan NutriCook. NutriQuest menghadirkan sejumlah tantangan yang terdiri atas Post NutriSpeak, True or False, Guess the Clue, Jump Over, NutriLine, dan NutriBrain. Setiap permainan dirancang untuk menguji pengetahuan, ketepatan, kreativitas, serta kemampuan peserta dalam memahami berbagai informasi seputar gizi.
Adapun NutriCook merupakan kompetisi kreasi pangan yang menjadikan ubi ungu sebagai bahan dasar utama. Melalui perlombaan ini, peserta didorong untuk mengembangkan inovasi olahan pangan lokal menjadi hidangan yang menarik dan kreatif, sekaligus mengoptimalkan potensi bahan pangan lokal sebagai produk kuliner yang bernilai.
Penyelenggaraan Pekan Gizi 2026 diharapkan memberikan dampak positif bagi peserta, baik dalam pengembangan kemampuan akademik maupun keterampilan praktis. Kompetisi ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, kemampuan pemecahan masalah, dan kolaborasi. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan inovasi dan berkontribusi dalam bidang gizi melalui ide serta karya yang bermanfaat.
Melalui Pekan Gizi 2026, Program Studi Gizi UIN Walisongo Semarang berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai wadah pengembangan potensi mahasiswa sekaligus meningkatkan kompetensi di bidang gizi. Dengan demikian, Pekan Gizi tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran dan pengembangan generasi yang kreatif, kompeten, serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

