FPK News, Semarang – Mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UIN Walisongo Semarang yang tengah menjalani program magang di Pusat Terapi Anak Talenta Semarang berhasil menyelenggarakan Workshop Parenting bertajuk The Healing Power of Art Therapy pada Sabtu (6/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Pusat Terapi Anak Talenta Semarang tersebut diikuti oleh orang tua anak berkebutuhan khusus (ABK) yang selama ini aktif mendampingi proses terapi dan tumbuh kembang putra-putrinya.
Workshop ini menghadirkan Lucky Ade Sessiani adalah M.Psi., Psikolog. sebagai narasumber yang membagikan pemahaman mengenai manfaat art therapy sebagai media untuk mengekspresikan emosi, melakukan refleksi diri, serta memperoleh relaksasi psikologis. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan mental para orang tua yang sehari-hari menghadapi berbagai tantangan dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus.
Dalam sambutannya, panitia menyampaikan bahwa orang tua anak berkebutuhan khusus sering kali memusatkan perhatian pada kebutuhan dan perkembangan anak sehingga mengabaikan kebutuhan emosional diri sendiri. Padahal, kesehatan mental orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan proses pengasuhan dan terapi anak. Oleh karena itu, workshop ini dirancang sebagai ruang aman bagi para orang tua untuk beristirahat sejenak, mengenali perasaan yang dimiliki, serta memperoleh energi positif melalui aktivitas seni.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental orang tua dalam proses pengasuhan anak berkebutuhan khusus. Narasumber menjelaskan bahwa kesejahteraan psikologis orang tua berpengaruh terhadap kualitas interaksi, pola pengasuhan, serta kemampuan mereka dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul selama proses pendampingan anak.
Setelah sesi materi, peserta mengikuti kegiatan art therapy yang mengajak mereka mengekspresikan pikiran, harapan, dan perasaan melalui media seni. Melalui aktivitas tersebut, para peserta diberikan kesempatan untuk menuangkan pengalaman pribadi yang selama ini mungkin sulit diungkapkan secara verbal. Beragam karya yang dihasilkan mencerminkan perjalanan emosional, perjuangan, serta harapan para orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak mereka.
Suasana workshop berlangsung hangat, penuh keterbukaan, dan antusiasme. Para peserta terlihat aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari diskusi interaktif, refleksi diri, hingga kegiatan berkarya. Selain memperoleh pengalaman baru, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mengenali dan mengelola emosi yang selama ini tersimpan di tengah kesibukan menjalankan peran sebagai orang tua.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana relaksasi, tetapi juga wadah untuk mempererat hubungan antarorang tua anak berkebutuhan khusus. Melalui interaksi yang terjalin selama workshop, peserta dapat saling berbagi pengalaman, memberikan dukungan, serta membangun jejaring sosial yang positif. Sejumlah peserta mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan karena memperoleh ruang untuk memperhatikan kesehatan mental diri sendiri sekaligus bertemu dengan orang tua lain yang memiliki pengalaman serupa.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo Semarang terus memperkuat perannya dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dukungan terhadap program-program penguatan kesehatan mental sejalan dengan visi UIN Walisongo Semarang sebagai perguruan tinggi keagamaan negeri di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia yang berkomitmen mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai kemanusiaan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui Workshop The Healing Power of Art Therapy, para peserta diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pengasuhan. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa orang tua juga membutuhkan ruang untuk bertumbuh, beristirahat, dan memulihkan diri agar dapat terus mendampingi anak-anak mereka dengan penuh kasih sayang, kesabaran, dan semangat.
Bagi mahasiswa Program Studi Psikologi FPK UIN Walisongo Semarang, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam mengaplikasikan ilmu psikologi secara langsung di tengah masyarakat. Melalui pelaksanaan workshop, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, pendampingan psikologis, serta penyelenggaraan program berbasis kebutuhan masyarakat.
Tim penyelenggara turut menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo Semarang serta Pusat Terapi Anak Talenta Semarang atas dukungan dan kesempatan yang diberikan selama pelaksanaan program magang. Diharapkan kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga praktik dapat terus diperkuat guna menghadirkan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa sebagai calon profesional di bidang psikologi yang berintegritas, empatik, dan berdaya guna.
